Selasa, 07 April 2009

PAGI BULAN NOVEMBER

Pernah kukirim bahasa rindu kepadamu

lewat angin dan lirih butiran gerimis malam hari

kau tak menjawab bahkan pintumu alpa terbuka

sementara inginku kau pungut meski hanya sejumput

Pernah kulayang sepucuk resah jauh darimu

lewat ombak merintih menggulung di samudera pilu

kau tak bergeming pagar hatimu terkunci sendu

beranda jiwa sesak melupa di kesunyian lara

Ingin kucambuk bahasa rindu sepucuk resah

berharap lega mengingatmupun sia – sia

sebab kau tak pernah menerima rindu dan resahku

yang selalu kuletakan di atas angan dan degup jantungmu

1 komentar: